Sabtu, 27 Desember 2008

Keutamaan Imam Ali a.s. (IV)

24. Surat Izin untuk Melintansi Sirath

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada yang akan melintasi jembatan Sirath kecuali ‘Ali telah memberikan surat izin kepadanya untuk melintasinya.”[56]

25. Kemenangan dengan mengikuti ‘Ali

Rasulullah Saw selagi ia menunjuk kepada ‘Ali, ia bersabda:

والذي نفسي بيده إن هذا وشيعته هم الفائزون يوم القيامة

Demi Dzat yang jiwaku di tangannya, orang ini (isyarat kepada ‘Ali) dan Syi’ahnya (pengikutnya) adalah orang-orang yang meraih kemenangan di hari kiamat.[57]

26. Para Syi’ah (Pengikut) ‘Ali di Surga

Rasulullah Saw bersabda kepadanya:

أنت وشيعتك في الجنة

Engkau dan Syi’ahmu adalah ahli surga.”[58]

27. Partai yang Meraih Kemenangan

Rasulullah Saw sembari menunjuk ‘Ali bersabda:

هذا وحزبه المفلحون

Orang ini (isyarat kepada ‘Ali) dan partainya (hizbuhu) adalah orang-orang yang menang.”[59]

28. Mengikuti ‘Ali; terpuji dan ridha

Hadrat ‘Ali As sendiri bersabda:

أن خليلي’ قال : يا علي أنك ستقدم

على الناس وشيعتك راضين

Rasulullah Saw memberikan kabar kepadaku bahwa aku dan Syi’ahku ketika dikumpulkan di hari Masyhar, kami berada dalam keadaan ridha kepada Allah Swt dan Allah Swt ridha kepada kami.

رضي الله عنهم ورضوا عنه[60]

Di bawah ayat ini, terdapat riwayat yang dinukil dari Rasulullah Saw bahwa tuntutan ayat ini, yang dimaksud adalah ‘Ali dan Syi’ahnya. .Derajat ini adalah derajat dimana Allah ridha kepada manusia dan manusia ridha kepada Allah Swt. Dan hal ini merupakan kedudukan yang tertinggi kesempurnaan manusia; sebagaimana al-Qur’an, menganggap orang-orang tersebut sebagai jiwa yang tenang dengan bersandar kepada mengingat Allah dan terlepas dari segala kepenatan duniawi, menegaskan

يا أيتها النفي المطمئنة ارجعي إلى ربك راضية مرضية

“Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dalam keadaan engkau ridha dan diridhai.”

29. Dzikir ‘Ali adalah Ibadah

Rasulullah Saw bersabda:

ذكر علي عبادة

“Dzikir nama ‘Ali adalah ibadah.”[61]

30. Memandang Wajah ‘Ali adalah ibadah

Diriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa ia berkata: “Aku melihat ayahku yang banyak memandang wajah ‘Ali. Aku berkata kepadanya: “Wahai ayah! Mengapa engkau sedemikian banyak memandang wajah ‘Ali?”

Ia berkata kepadaku: “Putriku, aku mendengar dari Rasulullah yang bersabda: “Memandang wajah ‘Ali adalah ibadah.”[62]

31. ‘Ali adalah Gerbang Surga

Rasulullah Saw bersabda:

أنا مدينة الجنه وعلي بابها ، يا علي كذِب

من زعم أنه يدخلها من غير بابها

Aku adalah kota surga dan ‘Ali adalah gerbang kota ini. Kelirulah orang yang beranggapan bahwa ia dapat memasuki kota tanpa melalui gerbangnya.”[63]

32. Benderangnya ‘Ali di Surga

Rasulullah Saw bersabda:

علي يُزهِرُ لأهل الجنة كما يُزهِرُ كوكب الصبح لأهل الدنيا

Ali menyinari penduduk surga sebagaimana bintang fajar menyinari penduduk bumi.”[64]

33. ‘Ali adalah Bapak Kaum Muslimin

Rasulullah Saw bersabda:

حق علي على كل مسلم حق الوالد على ولده

Haknya ‘Ali atas umat ini sebagaimana hak seorang ayah atas anaknya.”[65]

34. Mentaati ‘Ali

Rasulullah Saw bersabda:

من أطاعني فقد أطاع الله ومن أطاعك أطاعني ،

ومن عصاني فقد عصى الله ومن عصاك فقد عصاني

Barang siapa yang mentaatiku, ia telah mentaati Allah Swt. Dan barang siapa yang mentaati ‘Ali, ia telah mentaatiku. Barang siapa yang membangkang terhadapku, ia telah membangkan Allah Swt. Dan barang siapa yang membangkang ‘Ali ia telah membangkang kepadaku.”[66]

35. Penjaga Rahasia Rasulullah Saw

Rasulullah Saw bersabda:

صاحب سري علي بن أبي طالب

“Penjaga rahasiaku adalah ‘Ali.”[67]

Dan ‘Aisyah menukil dari ayahnya bahwa ‘Ali As adalah penjaga rahasia Rasulullah Saw.”[68]

36. ‘Ali adalah Kepala bagi Rasulullah Saw

Rasulullah Saw bersabda:

علي مني مثل رأسي من بدني

“Hubungan ‘Ali kepadaku ibarat hubungan kepala kepada badan.”[69]

37. Gelar-gelar Imam ‘Ali As

Salah satu kriteria yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menentukan khalifah Rasulullah Saw. Pelbagai gelar (laqab) dan julukan (kuniyah) yang diberikan oleh Rasulullah Saw selama masa hidupnnya kepada orang tersebut. Sejauh yang dapat dijadikan sebagai referensi di antara riwayat dan hadits, tidak satu pun di antara para sahabat yang memiliki gelar kehormatan dan laqab agung sebanyak yang diterima oleh Amirul Mukminin As. Di antara gelar yang diberikan oleh Rasulullah Saw kepada Amirul Mukminin As selama masa hidupnya adalah:

a. Shiddîq;[70]

b. Shadîqul Akbar;[71]

c. Sayyidul ‘Arab;

Suatu hari Rasulullah Saw bersabda kepada ‘Aisyah: “Apabila engkau ingin melihat tuan dan sayid orang Arab, lihatlah ‘Ali bin Abi Thalib.” ‘Aisyah berkata: “Wahai Rasulullah! Bukankah engkau ini adalah sayid Arab. Ia bersabda: “Aku adalah tuan bagi seluruh manusia dan ‘Ali adalah tuannya bangsa Arab.”[72]

d. Sayyidul Musliminin wa Imâmul Muttaqin;[73]

e. Sayyidul Mukminin wa Imâmul Muttaqin wa Qâ’idul Ghurra al-Muhajjalin;

Artinya adalah tuan kaum Mukminin, pemimpin para muttaqin dan junjungan orang-orang yang wajahnya bercahaya cemerlang pada hari kiamat.

Rasulullah Saw bersabda: “Pada malam Mikraj, tiga hal yang diwahyukan kepadaku tentang ‘Ali bin Abi Thalib: Ia adalah Sayyidul Mukminin dan Imâmul Muttaqin dan Qâ’idul Ghurra al-Muhajjilin.[74]

f. Ya’subul Mukminin;[75]

g. Amirul Mukminin;[76]

h. Sayyidu Syababul Ahli Janna;[77]

Penjelasan: “Dari hadits yang dapat digunakan untuk menjelaskan gelar ini adalah bahwa seluruh ahli surga adalah pemuda; artinya orang-orang tua juga tatkala memasuki surga akan menjadi muda. Oleh karena itu, apabila seseorang menjadi tuan pemuda ahli surga bermakna tuan seluruh ahli surga.

i. Khairul Bariyyah;[78]

Gelar ini sedemikian masyhur untuk ‘Ali bin Abi Thalib As sehingga para sahabat tatkala melihatnya, mereka berkata: “Sebaik-baik makhluk telah datang.”[79]

j. HujjatulLâh;

Rasulullah Saw bersabda:

أنا وعلي حجة الله على عباده

“Aku dan ‘Ali adalah hujjah Allah atas seluruh hamba-Nya.”[80]

k. Wâziru Rasulullâh Saw;

Anas bin Malik berkata: “Tatkala surah an-Nashr turun, kami memahami bahwa surat ini membawa warta akan wafatnya Rasulullah Saw. Kami berkata kepada Salman Parsi: Coba engkau tanyakan kepada Rasulullah Saw bahwa setelah ia siapakah yang akan menjadi tempat rujukan dan tempat berlindung kami, dan siapakah yang lebih ia cintai dari semuanya. Salman Parsi datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan ia menanyakan matlab ini. Hadrat Rasulullah Saw berpaling dan tidak memberikan jawaban. Salman kembali bertanya. Kembali Rasulullah Saw berpaling dan tidak memberikan jawaban. Salman merasa cemas jangan-jangan ia telah membuat Rasulullah Saw gundah. Setelah itu ia tidak lagi bertanya. Selang beberapa lama, Rasulullah Saw bersabda kepadanya: “Apakah engkau ingin mendengar jawaban soalanmu itu? Ia berkata: “Ya Rasulullah! Aku takut aku telah membuatmu marah. Rasulullah Saw bersabda: “Tidak. Ketahuilah bahwa saudaraku, wazirku, khalifah dan penggantiku dalam keluargaku. Ia adalah sebaik-baik orang yang tinggal selepasku, menjalankan agamaku dan menunaikan janji-janjiku. Ia adalah ‘Ali bin Abi Thalib As.[81]

Amirul Mukminin As dalam memberikan isyarat tentang keutamaannya ini, ia bersabda: “Aku adalah saudara dan wazir Rasulullah Saw. Tidak seorang pun sebelumku dan setelahku yang berkata tentang hal ini; kecuali pendusta.”[82]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar