Minggu, 28 Desember 2008

Pesan Anak Imad Mughniyah, Jihad: Aku Adalah Imad Mughniyah!

Pesan Anak Imad Mughniyah, Jihad: Aku Adalah Imad Mughniyah!

Salam kepada tuan dan pemimpin kami, Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah.

Allah SWT berfirman dalam kitab suci-Nya: “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Sebagian dari mereka telah gugur dan sebagian lainnya tengah menanti” (QS, 33:23).

Para hadirin yang terhormat!

Ini adalah pertama kalinya saya berdiri di hadapan kalian dan secara terang-terangan serta dipenuhi rasa bangga saya menyatakan, “Saya adalah Jihad Imad Mughniyah, anak komandan dan mujahid besar. Dia dan teman-teman seperjuangannya menyembunyikan namanya tidak karena takut, tapi untuk melindungi keselamatan dan tujuan sucinya.”

Sejak hari pertama saya membuka mata dan melihat senjatanya. Sejak saya dibesarkan olehnya. Sejak saya dalam dekapannya harus berpindah dari satu bunker pertahanan ke bunker yang lain. Saya harus melalui masa kecilku dengan sulit dan penuh bahaya yang selalu mengintai. Saya menemukannya sebagai seorang ayah yang menjadi simbol kasih sayang. Sekalipun punya banyak kewajiban yang harus dilakukan, dengan sikap kebapakan dia memperlakukan kami.

Ini untuk pertama kalinya saya berdiri di hadapan kalian sekaligus menyatakan saya termasuk dalam keluarga syuhada. Sekalipun sejak lama keluarga saya termasuk keluarga syuhada ketika dua orang paman saya, Fuad dan Jihad menjadi bagian dari syuhada. Hari ini, ayah saya mendapat kehormatan sebagai syahid. Wahai Haji Imad! Seseorang seperti engkau tidak akan menemui Allah kecuali dengan jalan syahadah. Karena engkau tidak pernah putus asa meminta kepada Allah agar dapat meninggalkan dunia ini lewat jalah syahadah.

Saya berdiri di hadapan kalian semua, tapi izinkan saya berbicara dengan ayah saya di depan kalian. Saya tahu betapa hati kalian penuh dengan cinta terhadap seorang syahid yang tidak pernah kalian lihat. Kalian semua sedih atas syahidnya seorang pemimpin yang tidak pernah kalian lihat.

Wahai ayah! Engkau buah dari jihad yang berkepanjangan. Di dunia engkau menang dan di akhirat mendapat kerelaan ilahi. Hatimu yang penuh dengan cinta kepada masyarakat pejuang ini membuatmu gembira ketika mendapatkan mereka dalam keadaan senang dan sedih bila melihat mereka dalam keadaan sedih. Darah sucimu engkau korbankan dan sekarang telah berubah menjadi simbol “Cinta dan Murka”.

Mereka merampas engkau dari lingkaran kasih sayangmu kepada kami. Padahal mereka hanya mengenal nama dan sejarah perjuanganmu. Dan dari kami juga hanya hubungan darah. Ayah! Kecintaan dan kesukaanku kepadamu tidak akan pernah padam dan selamanya aku akan menantimu. Kami senantiasa rindu akan senyumanmu yang selalu memberikan rasa gembira dalam jiwa kami, sebagaimana senyuman itu menguatkan hati kami. Kami senantiasa rindu akan sinar matamu yang menerangi cakrawala nun jauh dan mampu menghadiahi keamanan bagi kami. Semua ini menjadi petunjuk bagi kami untuk dapat melalui jalanmu yang telah kami pilih. Itulah jalan yang engkau lalui sebelumnya.

Wahai ayah! Semasa masih hidup, wujudmu dikelilingi oleh kepastian dan harapan, kini tidurlah dengan tenang. Karena dalam syahadahmu sama seperti hidupmu. Engkau telah berhasil melaksanakan kewajibanmu.

Sementara kami, anak-anakmu yang mengenalmu dan belajar dari sekolahmu telah bertekad untuk menyelesaikan jalan yang engkau lalui.

Engkau adalah ayah yang senantiasa mengiringi, namun tidak pernah punya tempat tinggal tetap. Perjuanganmu di kegelapan malam di medan jihad telah menerangi jalan, mengokohkan tekad dan kekuatan. Darahmu melahirkan ratusan ribu pejuang dan Imad-Imad muda.

Dalam acara peringatan dirimu, aku ingin berkata padamu, “Mereka yang mengikuti langkahmu dan teman-teman seperjuanganmu semua telah bersumpah untuk tetap kokoh. Kami telah berjanji untuk setia dengan jalan yang engkau lalui dengan mengorbankan umur dan nyawamu. Kami berjanji kepadamu akan menjadi penyampai pesan semangat sucimu dan itu akan kami sampaikan kepada siapa dan apa yang engkau sukai. Wahai manusia mulia! Dengan hati yang tenang dan yakin, pergilah menuju Allah dan surga telah menantimu.

Wahai pemimpin besar perlawanan! Kami bak anak-anak buah Husein yang senantiasa siap mengorbankan diri kami kepada Husein as. Dalam setiap kondisi kami siap mengorbankan nyawa kami dalam pasukanmu.

Wahai Aba Hadi (Sayyid Hasan Nasrullah)! Sebagaimana syahid dan mujahid Ridhwan yang mulia bersamamu, kami juga demikian sampai kematian menjemput kami atau kami menjemputnya. Dan engkau wahai ayah! Percayalah para pendukung kebenaran, setia dan taat dengan mendapat ilham dari darah sucimu semakin kokoh dan kuat untuk berkorban.

Wahai ayah! Dengan nama darahmu, dengan nama luka-lukamu, dengan nama senyumanmu, dengan nama jihadmu yang tak kenal lelah, darimu yang hidup dan di sisi Allah mendapat nikmat dan dari kami, saudara laki dan perempuan dan dari seluruh keluarga, saya mengucapkan puncak terima kasih atas semua perhatian dan ucapan bela sungkawa atas kesudian hadirin mau hadir dalam acara pengucapan selamat kepada syahid Imad Mughniyah. Dan yakinlah bahwa ucapan bela sungkawa ini merupakan pengungkapan kesetiaan kembali di jalan perlawanan yang ikhlas.

Mewakili namamu wahai ayah! Saya ingin menyampaikan sesuatu hal kepada ayah syuhada, Sekjen Hizbullah bahwa kami tetap setia kepadamu. Kami anak-anak Ridhwan adalah anak-anakmu, sama seperti anak-anak syuhada lainnya adalah anak-anakmu dan kami nyatakan bahwa kami akan berada di bawah perintahmu. Kami tidak akan meninggalkan jalan ini dan medan jihad dan kami tidak akan meletakkan senjata. Dan selalu kami akan mengucapkan yel-yel ini selamanya: “Labbaik Yaa Nasrullah”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar